Bangun Budaya Literasi Nasional, P3SDM Melati Kembangkan Sistem Workshop di Daerah

By Redaksi 29 Jun 2018, 17:45:33 WIB Sekolah Indonesia Menulis
Bangun Budaya Literasi Nasional, P3SDM Melati Kembangkan Sistem Workshop di Daerah

Keterangan Gambar : Brosur Sekolah Indonesia Menulis Roadshow 2018


WPdotCOM -- Setelah satu tahun menjalankan program pengembangan literasi melalui kegiatan-kegiatan workshop kepenulisan di Jawa Timur, Pusat Pengkajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (P3SDM) Melati yang dipusatkan di Kota Malang, kini terus lakukan upaya perluasan aktivitas.

Disampaikan oleh Santy Fidrianna, Direktur Pelatihan, Publikasi dan Penerbitan lembaga yang berdiri sejak tahun 2005 silam itu, pihaknya di paruh kedua tahun ini menargetkan pengembangan di wilayah Indonesia Tengah dan Timur.

“Kami sedang susun kegiatan Sekolah Indonesia Menulis Roadshow 2018. Mulai bulan Juli nanti, tim P3SDM Melati akan melakukan kunjungan-kunjungan kegiatan kepenulisan di daerah-daeah yang menjadi target sasaran,” demikian disampaikan Santy di sela-sela persiapan lebaran di Kota Malang baru-baru ini.

Menurut Santy lagi, kini saatnya seluruh guru dan pendidik yang ada di seluruh pelosok Nusantara mendapatkan kesempatan yang sama dalam pembinaan dan bimbingan kepenulisan. “Bila selama ini kegiatan-kegiatan kita dipusatkan di Jawa Timur dan Sumatera Barat, maka pada paruh kedua 2018 akan kita arahkan ke daerah-daerah Indonesia Tengah dan Timur. Sudah ada beberapa daerah yang menjadi target sementara, nantinya akan berkembang ke seluruh kota dan kabupaten yang ada,” jelasnya.

Pada tahap pengembangan melalui roadshow yang akan segera digelar lembaganya, Santy menerangkan bahwa bukan hanya kegiatan kepenulisan buku dan jurnal bagi guru yang akan dibawa ke daerah-daerah.

Sebagai seorang pemegang sertifikat auditor ISO yang selama ini telah berke-cimpung cukup lama di salah satu sekolah ter-kenal di Kota Malang, ia pun ingin membantu lembaga pendidikan di daerah dalam hal peningkatan mutu lembaga dan layanan pendidikan.

“Secara nyata kita perlu melihat di lapangan, institusi pendidikan kita saat ini masih terlihat tidak seimbang antara yang berada di kota besar dan kota kecil. Apalagi di pelosok Nusantara yang nyata-nyata jauh dari jangkauan perkembangan kemajuan sistem manajemen lembaga. Dan ini menjadi tanggungjawab kita semua untuk meningkatkan mutunya,” terang tokoh pendidik yang kini fokus pada kegiatan pengembangan SDM di wilayah kerjanya.

Sementara itu Nova Indra, pimpinan P3SDM Melati membenarkan apa yang disampaikan Santy. Menurutnya, perlu upaya yang lebih terukur guna pengembangan mutu lembaga pendidikan di seluruh daerah. Hal tersebut ditujukan untuk menyamakan kualitas yang selama ini terasa tidak berimbang di luar Jawa.

“Karena itu, dalam setiap kehadiran kami di daerah-daerah sasaran, selain program kegiatan workshop menulis buku dan jurnal sebagai kebutuhan mendasar bagi para guru dalam melengkapi tanggungjawabnya sesuai peraturan yang ada, sekaligus akan kami tawarkan workshop Manajemen Mutu yang bisa didapat secara gratis bila digabungkan dengan workshop menulis,” jelas penulis sekaligus pesilat ini.

Terkait dengan pembiayaan dan sistem pelaksanaan kegiatan workshop menulis buku dan jurnal, Nova menjelaskan bahwa untuk saat ini, pihaknya telah menetapkan model kegiatan serta pembiayaan. Menurutnya, satu kegiatan workshop menulis buku dan jurnal yang akan digelar di setiap kota dan kabupaten, akan dibuat dalam bentuk kelas-kelas. Satu kelas hanya mengampu 30 orang peserta yang akan dibimbing dari awal hingga penulisan naskah buku selesai. Pihaknya juga akan melakukan proses editing sebagai bentuk bantuan gratis bagi peserta saat naskah buku dan jurnal selesai disusun peserta.

“Ini sebenarnya bukan hal baru dalam kegiatan kami. Selama program ini ada sejak beberapa tahun lalu, seluruh instruktur yang kami turunkan untuk membimbing para pendidik di daerah memang diwajibkan membimbing hingga selesai. Jadi bukan saat kegiatan berlangsung secara tatap muka saja. Masing-masing grup akan kami buatkan satu grup chat, di sana para peserta akan terus melakukan diskusi penyelesain penyusunan naskah buku sesuai kebutuhan. Jadi bukan hanya sekedar tatap muka lalu tidak ada bekas sama sekali,” tambahnya. (*)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment