Ngopi Bareng Guru Penulis, Trik Jitu Membangun Semangat Pendidik Lahirkan Karya

By Redaksi 12 Jul 2018, 07:30:04 WIB Sekolah Indonesia Menulis
Ngopi Bareng Guru Penulis, Trik Jitu Membangun Semangat Pendidik Lahirkan Karya

WPdotCOM – Bertempat di salah satu toko buku di Kota Malang, tim P3SDM Melati gelar pertemuan dengan guru-guru penulis.

“Ini kegiatan yang biasa kita lakukan setelah pelaksanaan workshop-workshop kepenulisan. Ada saatnya kami menyediakan waktu untuk kembali memberikan semangat bagi guru-guru penulis yang telah mengikuti kegiatan kita sebelumnya,” demikian diungkapkan Santy Fidrianna, Direktur Pelatihan, Publikasi dan Penerbitan P3SDM Melati kepada warta-pendidikan.com, Rabu (11/7).

Menurut Santy yang kini tengah sibuk mempersiapkan berbagai kegiatan ke daerah-daerah itu, pihaknya bersama seluruh tim yang tergabung dalam Sekolah Indonesia Menulis sebagai wadah pendidikan kepenulisan, memiliki itikad baik dalam setiap proses bimbingan yang diberikan kepada guru-guru yang membutuhkan.

“Ini  menjadi bukti bahwa kami memiliki niat baik kepada rekan-rekan guru yang membutuhkan bimbingan kepenulisan baik berupa buku maupun jurnal. Setelah pelaksanaan workshop, komunikasi yang intens tetap terjaga antara tim kami dengan guru-guru peserta. Jadi mereka tidak ditinggalkan begitu saja setelah mengikuti workshop. Kami lakukan bimbingan juga bukan hanya untuk satu buku saja, tapi selama rekan guru masih terus menulis,” terangnya.

Hal senada juga disampaikan Nova Indra, pimpinan lembaga Pusat Pengkajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (P3SDM) Melati yang membawahi unit Sekolah Indonesia Menulis. Hadir mendampingi Santy di lokasi, Nova membenarkan sistem bimbingan yang diberikan unit kegiatannya tersebut.

“Benar sekali. Kami sentiasa melakukan bimbingan kepenulisan bagi guru-guru peserta workshop hingga naskah selesai. Dan bagi rekan guru yang masih aktif menulis setelah buku pertamanya, bimbingan juga tidak terputus,” ujar Nova yang sebentar lagi akan meluncurkan program dengan brand Artifcial-Intelligence System Application (ASA) di berbagai daerah.

Menurut pria yang memilih dunia kepenulisan dan peningkatan sumber daya manusia sebagai aktivitas hariannya itu, menulis merupakan ajang apresiasi diri terhadap keilmuan yang dimiliki oleh setiap orang. Terutama bagi pendidik, keilmuan yang melimpah pada masing-masing mereka, sangat pantas diramu dan dituliskan menjadi karya berharga yang akan dijadikan referensi generasi bangsa di kemudian hari.

“Seperti program Artifcial-Intelligence System Application (ASA) yang akan segera kita luncurkan, di dunia kependidikan juga sangat dibutuhkan sebagai media pembelajaran. Kalau ASA itu, adalah program utama yang diperuntukkan bagi sistem jaringan informasi pemerintahan. Untuk turunannya, ada program System for Artifcial-Intelligence Learning (SAIL). Dan ada beberapa program lain yang mengikutinya nanti. Hal ini ditujukan untuk meningkatkan sumber daya yang bisa dimanfaatkan bagi kepentingan dunia kependidikan tanah air, dan sekaligus dunia kepenulisan,” terang Nova. (*)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment